Mengejar Koin
Bocah kecil duduk di pinggir trotoar
Lusuh dan kumal
Dengan nyawa lain di gendongnya
Sama…
Lusuh dan kumal
Mungkin adik..atau entah anak siapa
Matamata menatap, seperti tiada
Hanya dia dan si adik
Sesekali ditatapnya wajah dalam gendongan
Yang entah memimpikan apa
Mungkin tentang negeri dongeng
Bisa juga negeri di awan
Atau mimpi meneguk sebotol besar susu
Pemberian sang bocah
Lalu pandang bocah berpindah
Pada busbus yang datang dan pergi tinggalkan polusi
Sedang dalam pikirnya hanya ketidaktahuan
Tentang dia yang harus seperti ini
Mengejar koin lewat suara dan nyali
Tibatiba ia berdiri dan berlari
Menuju bus yang hendak laju lagi
Dan dengan lantang dia berucap
”Hai adik…akan kubelikan susu lagi hari ini!”
Jakarta, 28 Juli 2008
(di Halte Slipi Jaya-entah berapa bulan lalu… yang tibatiba mengusikku)
November 6th, 2008 at 8:18 pm
hai,
jika ingin tahu keberadaan bis samsat keliling gampang saja,
sms ke 1717 dan tanyakan bis samsat keliling untuk lokasi yang kamu ingin ketahui.
November 6th, 2008 at 8:25 pm
slipi jaya?
sedang apa di sana?
December 10th, 2008 at 10:14 pm
puisi yang indah tentang realita hidup anak jalanan
terimakasih atas kepeduliannya
January 9th, 2009 at 10:38 pm
teringat kembali ketika masa kuliah dulu kalau mau pulang melewati hutan karet banyak anak-anak yang berdiri di sepanjang jalan
January 10th, 2009 at 12:37 am
bocah kecil pada rimba hutan kota
dengan peta buta ditangannya
(slmt sore,mbak. disini mendung sekali)
January 10th, 2009 at 2:11 am
sangat menyentuh, humanis…
November 21st, 2009 at 4:50 am
ditunggu tulisan yang lain