Mengejar Koin

Bocah kecil duduk di pinggir trotoar

Lusuh dan kumal

Dengan nyawa lain di gendongnya

Sama…

Lusuh dan kumal

Mungkin adik..atau entah anak siapa

Matamata menatap, seperti tiada

Hanya dia dan si adik

Sesekali ditatapnya wajah dalam gendongan

Yang entah memimpikan apa

Mungkin tentang negeri dongeng

Bisa juga negeri di awan

Atau mimpi meneguk sebotol besar susu

Pemberian sang bocah

Lalu pandang bocah berpindah

Pada busbus yang datang dan pergi tinggalkan polusi

Sedang dalam pikirnya hanya ketidaktahuan

Tentang dia yang harus seperti ini

Mengejar koin lewat suara dan nyali

Tibatiba ia berdiri dan berlari

Menuju bus yang hendak laju lagi

Dan dengan lantang dia berucap

”Hai adik…akan kubelikan susu lagi hari ini!”

Jakarta, 28 Juli 2008

(di Halte Slipi Jaya-entah berapa bulan lalu… yang tibatiba mengusikku)

7 Responses to “Mengejar Koin”

  1. pengendara Says:

    hai,
    jika ingin tahu keberadaan bis samsat keliling gampang saja,
    sms ke 1717 dan tanyakan bis samsat keliling untuk lokasi yang kamu ingin ketahui.

  2. pengendara Says:

    slipi jaya?
    sedang apa di sana?

  3. tomy Says:

    puisi yang indah tentang realita hidup anak jalanan
    terimakasih atas kepeduliannya :D

  4. sunarno Says:

    teringat kembali ketika masa kuliah dulu kalau mau pulang melewati hutan karet banyak anak-anak yang berdiri di sepanjang jalan

  5. langitjiwa Says:

    bocah kecil pada rimba hutan kota
    dengan peta buta ditangannya
    (slmt sore,mbak. disini mendung sekali)

  6. siallagan Says:

    sangat menyentuh, humanis…

  7. sunarno Says:

    ditunggu tulisan yang lain

Leave a Reply