CACAR AIR
Thursday, May 29th, 2008Cacar air adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi primer (pertama kali) Varicella Zoster Virus (VZV). Virus ini bisa ditemukan dalam cairan vesikel, darah penderita dan cairan selaput lendir. Karena disebabkan virus, penyakit ini sembuh dengan sendirinya. Namun setelah sembuh, VZV tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus ini akan menetap di bagian saraf tertentu dan nantinya dapat menyebabkan Herpes Zoster (cacar ular atau shingles). Herpes Zoster ini umumnya terjadi pada usia di atas 60 tahun dan pada sebagian besar kasus hanya terjadi sekali.
Pada umumnya cacar air ditemui pada anak-anak. Insiden penyakit ini paling tinggi terjadi pada usia 5 – 9 tahun. Meski umumnya diderita oleh anak-anak, namun dapat juga menyerang orang dewasa. Gejala yang dialami orang dewasa biasanya lebih parah. Penderita dewasa dapat mengalami demam lebih parah dan lebih lama disertai sakit kepala serta luka yang lebih berat. Biasanya juga kehilangan nafsu makan dan merasa linu pada badan.
Cacar air sangat mudah menular pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Untuk mencegah penularan, maka penderita harus diisolasi dan orang-orang di sekitarnya harus meningkatkan daya tahan tubuhnya. Cacar air ditularkan melalui udara pernapasan, kontak langsung dengan cairan ruam, dan kontak dengan barang yang terkena cairan ruam seperti seprai, selimut, baju atau handuk. Penularan dapat terjadi sejak 48 jam sebelum ruam pertama muncul hingga tujuh hari kemudian.
Penyakit ini awalnya ditandai dengan demam ringan, sakit kepala, rasa lemas, atau pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian belakang, dan tidak memiliki nafsu makan. Kadang kala disertai kemerahan pada kulit seperti biang keringat.
Ruam awalnya tampak sebagai bintik-bintik merah, lalu menjadi benjolan-benjolan kecil berisi cairan jernih (vesikel), dan berwarna dasar kemerahan. Cairan vesikel setelah beberapa hari berubah jadi keruh, seperti bernanah. Dalam tiga hingga empat hari vesikel ini menyebar ke seluruh tubuh, mulai dari badan lalu ke muka, bahu, dan anggota gerak. Tidak terkecuali pada muka, kulit kepala, mulut bagian dalam, mata, termasuk bagian tubuh paling intim.
Hal-hal yang perlu dilakukan bila ada anggota keluarga yang terkena cacar air adalah :
a. Segera periksakan ke dokter
b. Oleskan salep/bedak untuk mengurangi gatal
c. Potong kuku penderita/gunakan sarung tangan untuk menghindari terjadinya infeksi akibat garukan. Sebisa mungkin tidak menggaruk untuk mencegah penularan akibat cairan yang pecah.
d. Jaga kualitas dan kuantitas makanan.
e. Istirahat yang cukup.
f. Pisahkan tempat tidur penderita dan barang-barang/peralatan yang digunakan oleh penderita. Juga bersihkan barang-barang/peralatan tersebut secara terpisah
g. Mandi dengan antiseptik atau bubuk PK. Ganti baju setiap harinya.
h. Sebaiknya perawatan terhadap penderita dilakukan oleh orang yang sudah pernah menderita cacar air. Biasanya orang yang sudah pernah menderita penyakit ini lebih kebal.
i. Bagi yang belum pernah menderita cacar air, sebaiknya batasi/hindari kontak dengan penderita dan tingkatkan daya tahan tubuhnya.
(Dari berbagai sumber)
Jakarta, 30 Mei 2008